Mungkin aku terlalu banyak berharap,
tapi demi Tuhan, aku benar-benar sangat senang dengan apa yang kulihat
sekarang. Dia sepertinya memberikan
begitu banyak sinyal kepadaku. Entahlah,
tapi aku merasa dia juga menaruh perhatian.
Entah itu karena dia penasaran mendengar aku mengaguminya dan sepertinya
begitu maniak terhadapnya, atau dia punya alasan lain yang hanya dia sendiri
yang tahu itu. Tapi jika kutelaah lebih dalam lagi
perasaanku ini, aku sebenarnya masih bingung juga. Aku terkadang bertanya sendiri, apakah aku
benar-benar menyukainya atau sekedar terbawa arus dengan aliran yang kubuat
sendiri? Apakah aku pantas menumbuhkan
perasaan ini hanya karena dia memberikan beberapa “yang menurutku” sinyal yang
dia kirimkan? Atau apakah aku tidak
terlalu ‘tidak tahu diri’ dengan mengumbar perasaan keada orang yang
benar-benar tidak mungkin kugapai, tidak mungkin bersamaku, dan bahkan tidak sepadan
denganku yang memiliki banyak kekurangan ini?
Entahlah, aku bingung. Di satu
sisi aku demi Tuhan benar-benar senang, tapi di sisi lain aku bimbang, apakah
aku pantas untuk tersenyum dengan kebaikannya memberiku peluang mendekatinya? Tapi satu hal yang kupastikan. Ini bukanlah kegalauan yang banyak orang lain
derita. Ini juga bukan sesuatu yang
sangat penting buatku. Masih ada hal
lain yang lebih penting dibanding perasaan hatiku. Masih ada hal yang lebih mendesak daripada
harus memikirkan kisah cintaku. Walaupun
harus memperjuangkan cinta, tapi ada satu hal yang tidak boleh kulupakan selama
hidupku. Baktiku kepada orang-orang yang
telah mejadikanku dapat bermimpi dan merasakan seperti ini. Aku ingin berbakti kepada mereka. Setelah itu, jika aku masih memiliki perasaan
terhadapnya, bahkan ketika dia tidak pernah melirikku sedikitpun. Aku akan berusaha mengungkapkan hati ini
padanya. Demi Tuhan, inilah janjiku......?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar