HAI
KAMU....!
Semalam aku tidak sempat memberikan
kabar padamu. Maaf... Aku terlalu bingung akan menulis apa waktu
itu. Ada kenangan yang sangat tidak kusangka,
yang benar-benar di luar dugaanku tengah terjadi pada saat itu. Kamu tahu tidak, bahwa semalam aku, untuk
kesekian kalinya menolak cinta seseorang hanya karena sudah ada kamu di dalam
hatiku. Mungkin kamu tidak tahu dan
tidak akan pernah tahu karena aku sendiri tidak memiliki keberanian untuk
mengatakannya pada kamu.
Kamu tahu tidak, aku benar-benar
senang jika ada yang menyukaiku. Tapi di
sisi lain aku tidak suka berada di situasi tersebut. Tahu kenapa?
Karena aku tidak suka mengecewakan orang-orang yang pastinya akan
kutolak itu. Andai aku bisa seperti
perempuan-perempuan lain di luar sana yang dengan mudahnya menemukan
keistimewaan dari orang-orang yang tengah mengejarnya. Aku kadang bertanya-tanya pada diri sendiri,
apakah aku normal? Apakah aku bisa
menemukan seseorang yang bisa kucintai?
Penantianku untuk menemukan jawaban itu akhirnya berakhir dengan
kutemukannya dirimu yang di setiap malamku entah itu sengaja atau tidak selalu
saja mencuri waktu tidurku hanya untuk memikirkanmu. Sangat aneh.
Hai Kamu.....! andai aku bisa mengatakan semua yang ada di
hatiku padamu. Andai aku bisa begitu
cerewetnya di hadapanmu. Aku benar-benar
ingin mengatakan ini padamu, “Mengapa aku harus menyukI KMU? APA sebenarnya yang menarik dari dirimu?
Tidak bisakah kamu juga melirikku seperti aku selalu mencuri lirikan
padamu?”. Tapi itu hanya akan
kusampaikan padamu lewat tulisan ini.
Aku tidak memiliki keberanian bahkan hanya secuil untuk mengatakan itu
semua. Huhhh, betapa menyedihkannya
hidupku.
Hai Kamu.....! intinya apa yang harus kulakukan
sekarang? Aku tidak mungkin akan
menerima hati yang lain itu. Tapi aku
juga tidak mau dijauhi oleh orang itu.
Dia adalah sosok yang aku banggakan.
Anggap saja dia adalah sahabat terbaikku. Dan aku tidak akan mungkin menjauhi sahabat
terbaikku hanya karena dia menginginkan hatiku yang sebenarnya diam-diam telah
kuberikan padamu. Apa yang harusnya
kulakukan?
Andai saja kamu tahu isi
hatiku. Aku benar-benar sangat menunggu
hari itu. Tapi kapan??? Hai Kamu....!
Tolong pekalah sedikit pada diriku yang sedang menyimpan hatiku
padamu. Tolong carilah dia, temukan
dia. Jika pun kamu tidak ingin hati itu
berada padamu, kembalikan lah dia dengan damai.
Karena sebenarnya aku sangat tersiksa berada pada situasi seperti
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar