Rabu, 10 September 2014

DILEMA

            HAI KAMU....!
Semalam aku tidak sempat memberikan kabar padamu.  Maaf...  Aku terlalu bingung akan menulis apa waktu itu.  Ada kenangan yang sangat tidak kusangka, yang benar-benar di luar dugaanku tengah terjadi pada saat itu.  Kamu tahu tidak, bahwa semalam aku, untuk kesekian kalinya menolak cinta seseorang hanya karena sudah ada kamu di dalam hatiku.  Mungkin kamu tidak tahu dan tidak akan pernah tahu karena aku sendiri tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya pada kamu.
Kamu tahu tidak, aku benar-benar senang jika ada yang menyukaiku.  Tapi di sisi lain aku tidak suka berada di situasi tersebut.  Tahu kenapa?  Karena aku tidak suka mengecewakan orang-orang yang pastinya akan kutolak itu.  Andai aku bisa seperti perempuan-perempuan lain di luar sana yang dengan mudahnya menemukan keistimewaan dari orang-orang yang tengah mengejarnya.  Aku kadang bertanya-tanya pada diri sendiri, apakah aku normal?  Apakah aku bisa menemukan seseorang yang bisa kucintai?  Penantianku untuk menemukan jawaban itu akhirnya berakhir dengan kutemukannya dirimu yang di setiap malamku entah itu sengaja atau tidak selalu saja mencuri waktu tidurku hanya untuk memikirkanmu.  Sangat aneh.
Hai Kamu.....!  andai aku bisa mengatakan semua yang ada di hatiku padamu.  Andai aku bisa begitu cerewetnya di hadapanmu.  Aku benar-benar ingin mengatakan ini padamu, “Mengapa aku harus menyukI KMU?  APA sebenarnya yang menarik dari dirimu? Tidak bisakah kamu juga melirikku seperti aku selalu mencuri lirikan padamu?”.  Tapi itu hanya akan kusampaikan padamu lewat tulisan ini.  Aku tidak memiliki keberanian bahkan hanya secuil untuk mengatakan itu semua.  Huhhh, betapa menyedihkannya hidupku.
Hai Kamu.....!  intinya apa yang harus kulakukan sekarang?  Aku tidak mungkin akan menerima hati yang lain itu.  Tapi aku juga tidak mau dijauhi oleh orang itu.  Dia adalah sosok yang aku banggakan.  Anggap saja dia adalah sahabat terbaikku.  Dan aku tidak akan mungkin menjauhi sahabat terbaikku hanya karena dia menginginkan hatiku yang sebenarnya diam-diam telah kuberikan padamu.  Apa yang harusnya kulakukan?

Andai saja kamu tahu isi hatiku.  Aku benar-benar sangat menunggu hari itu.  Tapi kapan???  Hai Kamu....!  Tolong pekalah sedikit pada diriku yang sedang menyimpan hatiku padamu.  Tolong carilah dia, temukan dia.  Jika pun kamu tidak ingin hati itu berada padamu, kembalikan lah dia dengan damai.  Karena sebenarnya aku sangat tersiksa berada pada situasi seperti ini.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar