Senin, 29 September 2014

"Pengen Menabung"

Hari ini aku sedang menunggu.  Awalnya menyenangkan menunggu di tempat yang tidak pernah kudatangi sebelumnya.  Ada begitu banyak orang yang sedang menunggu teman/pacar/atau mungkin keluarganya di sini.  Yah, sekarang aku sedang menunggu teman sekaligus sepupuku yang sedang mengikuti tes penerimaan CPNS setelah lulus pada gelombang pertama (lulus berkas).  Bayangkan, aku bangun lebih awal pada pukul 4.30 wita setelah semalaman begadang sampai pukul 2.00 pagi.  Ini demi sepupu tersayang, yang memang diberikan rezeki lebih awal untuk mengikuti ujian seperti ini.  Tidak buruk, semua berjalan sesuai harapanku.  Tapi, setelah beberapa lama aku menunggu, akhirnya ketakutanku yang hampir saja kulupakan pagi ini muncul juga. Huh, aku kira "kamu" absen hari ini, tapi ternyata kamu datang di saat-saat yang tidak tepat seperti ini.
Perutku mules, aku benar-benar ingin ke belakang untuk membuang semuanya.  Yah, kebiasaanku menabung di pagi hari ini benar-benar tidak mengenal waktu.  Aku benar-benar panik dibuatnya.  Saking paniknya aku, aku sampai berjalan sejauh mungkin hanya untuk mendapatkan tempat untuk menampung sesuatu yang ingin kutabung itu.  Oh my, benar-benar merepotkan sekali kebiasaanku yang satu ini.
Setelah beberapa jauh berjalan, akhirnya aku mendapatkan sebuah tempat suci yang biasanya bersedia menampung apa yang ingin kutabung ini.  Dengan sepenuh harapan, akupun melangkahkan kakiku untuk sesegera mungkin membuang sesuatu yng ingin kutabung itu.  Tapi tahukah kamu? Ternyata aku benar-benar sial hari ini, ternyata tempat itu masih dalam proses pembangunan, belum ada tanda-tanda bahwa dia pernah ditempati apalagi dipakai sebagaimanamestinya. Dengan panik akupun kembali ke tempatku menunggu sebelumnya.  Tapi tiba-tiba rasa ingin menabungku itu menghilang, dengan senangnya akupun kembali.  Berharap bahwa ini akan selamanya, paling tidak sampai aku kembali ke rumah.  Dan aku akan menabung sepuasnya di rumah.  Heheheheh, ini kusebut dengan pembalasan.
Lama berjalan, akhirnya sampai jugalah aku ke tempat di mana seharusnya aku menunggu.  Dengan perasaan lega dan masih sedikit cemas dia akan kembali lagi, akupun melanjutkan pekerjaanku tadi (OL).  Selang beberapa menit aku berselancar di dunia maya, nah loh, dia datang lagi.  Dan suasana sekarang ini benar-benar akan sangat memalukan jika aku panik seperti tadi.  KUberanikan diri untuk duduk diam, stay cool seperti yang biasanya kulakukan.  Walaupun masih sangat tersiksa karena ini benar-benar menyiksa dari awal, aku tetap bertahan dan berdoa semoga ini akhirnya benar-benar akan berakhir di rumah saja.  Dengan selamat tanpa ada cacat sedikitpun.
Yah, semoga saja ya Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar